Sunday, 2 October 2011

H.i.k.m.a.h

bulan dan bintang merenung dari jauh
melihat hati dan jiwa yang resah
resah dengan dugaan sketsa kehidupan
di pentaskan di bumi lautan air mata...

bayu menghembus lembut
mendinginkan zahir
namun tidak mendamaikan batin
bagai ombak menghempas-hempas
menyesakkan nafas...

apakah daya makluk laut
hanya menyaksikan perpisahan
menangisi pemergian
mendoakan kesejahteraan
pada jiwa-jiwa yang tertekan...

jari jemari pepohon kelapa melambai-lambai
seakan memujuk hati yang terluka
memberi penawar dan harapan
bahawa masih ada yang mengharap
mengharapkan kasih dan sayang...

sesungguhnya sutradara yang ESA
mengatur perjalanan hidup hambaNya
di pentas dunia..

tangisan atau senyuman
PERCINTAAN atau PERPISAHAN
tetap diiringi HIKMAH yang setia..

hasil nukilan-Nurhanim



matahariku

aku seperti bulan
tidak seindah yang di sangka
hanya menanti cahaya sinaran
sang mentari harapan...

tolonglah aku wahai mentari
biarku mencari diri ku sendiri
dapat bersinar indah di sini
tanpa bantuan dan simpati...

berilah aku segunung kepercayaan
akan ku pancarkan sinaran
pada yang memerlukan
sesungguhnya pengorbanan suci mu
tiada luput dalam ingatan
walau diri ditelan zaman...


hasil nukilan-Nurhanim








bintang hati


berjuta bintang di langit
berkedipan indah menghiasi
hanya satu menggamit rinduku
rindu padamu yang satu..

dikala malam menjelma
ku menjadi penunggu mu yang setia
tiada erti jemu
merasai cahaya cinta mu...

walau kau jauh untuk ku gapai
namun ku tahu engkau setia
setia mengusik jiwa ku...

adakah kerdipan mu untuk selamanya?
atau sekadar pelengkap mimpi ku?
namun apa yang terjadi
hanya engkau
BINTANG HATI ku...

hasil nukilan-Nurhanim




Dahulu dan Kini

dahulu diri ini kau sayangi
dahulu diri ini kau cintai
susah dan payah, sakit dan lelah
kau tetap disisi...

dahulu hati ini kau jaga
dahulu hati ini kau kasih
tiap saat bersama walau jauh dimata
tersenyum gembira sentiasa...

kini di mana kau sayang?
kini di mana kau menghilang?
tinggal ku seorang mengimbau kenangan silam
meniti hari mendatang...

kini diri tertanya
kini hati tersiksa
adakah masih bersama
atau dibiar terluka...


hasil nukilan-Nurhanim






padaNYA....

di saat burung berkicauan
mengucapkan selamat pagi
ku buka tirai hidup hari ini
ku rasakan segar embun pagi
nyaman sekali...

terima kasih TUHAN AZZAWAJALLA
menghidupkan aku kembali
setelah dimatikan seketika tadi
dapat ku nikmati ciptaan mu lagi
mengimpikan perjalanan yang lebih indah di sini..

menggembirakan teman-teman disisi
membuat ku tersenyum lagi...

tiap-tiap saat berlalu pergi
meninggalkan insan-insan yang leka sendiri
tanpa panduan arah yang diberi
kabur dan hilang dibalik kabus duniawi...

wajah langit bertukar kelam
setelah mentari mengundur diri
memberi peluang insan kerdil bermuhasabah diri
adakah cukup amalan ku hari ini??
ataupun hanya menyumbang dosa untuk dihisab nanti?

lelap mata ku saat ini
diiringi doa padamu YA ALLAH
moga hari esok lebih baik
agar tidak ku sesal di dunia kekal nanti..

sesungguhnya aku amat meRINDUi MU..


hasil nukilan-Nurhanim






kisah hati

kedengaran esakan tangisan dari hatiku yang luluh
kehilangan insan bernama kekasih
cukup perit dan letih...

dalam mendung petang
aku menunggu senja turun
layu gemalai isi  hatiku
teringatkan insan itu...

aku menghitung hari dibalik tirai kenangan
adakah dapat di ulang
detik-detikyang hilang...

mugkinkah sudah terjawab
mengapa hati ini sering merengek
bagaikan anak kecil
gundah tidak bersebab...

inikah hadiah dari mu
setelah ku zahirkan kejujuran
setelah ku buktikan kesetiaan
namun ku terpaksa terima pemberian ini...

biarpun kau lontarkan aku jauh
dari lautan hati mu
tidak ku marah,tidak ku benci
tidak juga menyimpan dendam kesumat di hati...

yang termampu hanya pasrah
juga doa pada sang pencipta
mengharapkan diberi kekuatan
menempuh badai ini....


hasil nukilan-Nurhanim